"Pengemudi ojek online mengeluh: Apakah mengemudikan skuter listrik untuk Grab adalah penipuan besar?"
By Evelyn
April 3rd, 2026
50 views
“Saya menyesal, itu penipuan total!” Hendrawan, seorang pengemudi Grab di Jakarta, mengeluh kepada saya.
Tahun lalu, ia tergiur iklan yang menjanjikan “penghematan jutaan rupiah biaya bahan bakar setiap bulan,” dan mengambil pinjaman untuk membeli mobil listrik untuk dikendarai Grab. Awalnya, itu menyenangkan, tetapi masalah segera muncul.
Pertama, kekhawatiran akan jarak tempuh. Jarak tempuh resminya adalah 400 kilometer, tetapi kenyataannya, dengan AC menyala dan kemacetan lalu lintas, ia beruntung bisa menempuh sekitar 250 kilometer. Ia tidak berani menerima penumpang bandara atau penumpang jarak jauh, karena takut kehabisan daya di tengah perjalanan.
Kedua, ada kesulitan dalam pengisian daya. Rumah-rumah kekurangan stasiun pengisian daya, dan stasiun pengisian daya umum sangat langka, sehingga menyebabkan antrean panjang hingga berjam-jam dan waktu pengisian daya hingga dua jam. "Dulu, mobil bensin bisa diisi penuh dalam 5 menit; sekarang, saya punya waktu 4 jam lebih sedikit setiap hari untuk menerima pesanan!" Hendrawan menghitung bahwa pendapatan yang hilang akibat waktu pengisian daya lebih besar daripada uang yang dihemat dari bahan bakar.
Yang paling membuatnya frustrasi adalah degradasi dan penyusutan baterai. Setelah setahun, jangkauan baterai menyusut, dan mengganti baterai akan menelan biaya hampir 100 juta rupiah. Ingin menjual mobilnya? Dealer mobil bekas, setelah mendengar bahwa itu adalah kendaraan listrik, menawarkan harga yang sangat rendah.
“Insentif kendaraan listrik Grab sudah lama hilang, dan sekarang penghasilan bulanan saya 30% lebih rendah daripada saat saya mengendarai mobil bensin. Pinjamannya bahkan belum lunas, dan mobilnya praktis tidak berharga.” Pengalaman Hendrawan bukanlah kasus terisolasi. Kendaraan listrik memang ramah lingkungan, tetapi pikirkan dua kali sebelum menggunakannya sebagai alat transportasi daring. Jangan biarkan gimmick “penghematan bahan bakar” menjadi jebakan untuk menghidupi keluarga Anda.
Previous
"Kebakaran baterai dan jarak tempuh berkurang: Mengapa masyarakat Indonesia ragu membeli kendaraan listrik?"
Read More
Next
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Read More