"Kebakaran baterai dan jarak tempuh berkurang: Mengapa masyarakat Indonesia ragu membeli kendaraan listrik?"
By Evelyn
April 2nd, 2026
35 views
Semua orang tahu betapa parahnya polusi udara di Jakarta. Pemerintah mempromosikan kendaraan listrik dan memberikan subsidi, tetapi masih sangat sedikit kendaraan listrik di jalanan. Mengapa? Sederhananya, itu bermuara pada dua kata: takut dan khawatir.
Pertama, "takut"—takut akan kebakaran.
Pada bulan Mei tahun ini, sebuah mobil BYD Seal di Jakarta Barat, yang telah diparkir di garasi selama tiga hari, tiba-tiba mengeluarkan asap dan suara ledakan. Dinas pemadam kebakaran mengerahkan enam kendaraan untuk memadamkan bahaya tersebut. Meskipun para pejabat kemudian mengklarifikasi bahwa itu adalah "asap, bukan api," betapa trauma psikologis yang dialami pemiliknya setelah mendengar ledakan tersebut? Yang lebih mengerikan lagi adalah penarikan kembali 21 kendaraan Volvo EX30 di Indonesia pada awal tahun 2025 karena modul baterai yang rusak yang dapat menyebabkan panas berlebih dan kebakaran. Siapa yang sanggup menanggung hal itu?
Dan kemudian ada kekhawatiran—kekhawatiran tentang jangkauan yang terbatas dan kekhawatiran tentang menemukan tempat untuk mengisi daya.
Laporan survei PwC dengan jelas menguraikan kekhawatiran masyarakat Indonesia: 18% mengeluh tentang waktu pengisian daya yang lama, 14% khawatir tentang masa pakai baterai, dan 12% takut jarak tempuh tidak mencukupi. Dari 260.000 kendaraan di jalanan Jakarta, berapa persentase yang merupakan kendaraan listrik? Penelitian menunjukkan bahwa 80% orang mengetahui tentang kendaraan listrik, tetapi hanya sedikit yang benar-benar membelinya karena kekurangan stasiun pengisian daya dan harganya yang tinggi.
Terus terang saja: seorang peneliti mempelajari psikologi pembelian mobil dari empat generasi di Jakarta. Generasi yang lebih tua paling peduli dengan "sertifikasi keamanan baterai," sementara generasi muda lebih memperhatikan "kecepatan pengisian daya yang cepat." Apa artinya ini? Bukan berarti mereka tidak ingin membeli, tetapi mereka belum siap.
Oleh karena itu, untuk membuat orang membuka dompet mereka, pertama-tama atasi terlebih dahulu hambatan "seberapa besar konsumsi bahan bakarnya" dan "seberapa jauh jarak tempuhnya."
Previous
"Hati-hati! Merek-merek kendaraan listrik Indonesia ini sangat sulit dibeli dan Anda akan menunggu lama untuk perbaikannya!"
Read More
Next
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Read More