Home > Blog > "Nilai jual kembali kendaraan listrik bekas anjlok hingga 90%? Analisis tentang mimpi buruk bagi pemilik mobil di Indonesia!"

"Nilai jual kembali kendaraan listrik bekas anjlok hingga 90%? Analisis tentang mimpi buruk bagi pemilik mobil di Indonesia!"

By Evelyn April 9th, 2026 34 views
"Nilai sebuah mobil baru langsung turun setengahnya begitu mulai digunakan!"—Pernyataan ini bukanlah berlebihan jika diterapkan pada pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia. Dengan proyeksi penjualan kendaraan listrik di Indonesia yang akan melampaui 100.000 unit pada tahun 2025, sebuah kenyataan pahit membayangi: nilai jual kembali kendaraan listrik terus merosot. Banyak pemilik percaya bahwa membeli kendaraan listrik adalah pilihan yang ramah lingkungan dan hemat biaya, namun kemudian mendapati bahwa ratusan juta rupiah telah lenyap dalam sekejap ketika mereka mencoba menjual kendaraan mereka setahun kemudian.

Menurut data dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO), rata-rata tingkat depresiasi tahunan untuk kendaraan bensin dan hibrida tradisional sekitar 10% hingga 15%, sedangkan rata-rata tingkat depresiasi tahunan untuk kendaraan listrik murni mencapai 35% hingga 60%. Data dari platform mobil bekas OLXmobbi juga mengkonfirmasi tren ini—nilai jual kembali kendaraan listrik sangat fluktuatif, jauh kurang stabil dibandingkan kendaraan bensin. Secara keseluruhan, kendaraan listrik bekas hanya menyumbang 1% dari total volume transaksi platform tersebut.

Mengapa depresiasi begitu parah? Pertama, perang harga di pasar mobil baru sangat sengit. Daniel, pemilik dealer mobil bekas Victory 88 di kawasan MGK Kemayoran, dengan blak-blakan menyatakan bahwa siklus depresiasi kendaraan listrik telah memendek menjadi "satu bulan". "Semua kendaraan listrik, bahkan mobil baru, didiskon gila-gilaan, dengan diskon yang semakin keterlaluan." Ia mencontohkan BYD, di mana mobil baru mengalami penurunan harga 100 hingga 150 juta rupiah, yang secara alami menyebabkan pasar mobil bekas runtuh.

Kedua, baterai adalah pedang Damocles yang menggantung di atas kepala kendaraan listrik bekas. Sebagai komponen termahal dari kendaraan listrik, kondisi baterai secara langsung menentukan nilai jual kembali kendaraan tersebut. Pembeli umumnya khawatir bahwa setelah masa garansi baterai habis, biaya penggantian dapat mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah. Selain itu, infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia masih dalam tahap pembangunan; pada akhir tahun 2025, hanya akan ada sekitar 4.778 stasiun pengisian daya publik di seluruh negeri, sehingga rasio kendaraan terhadap stasiun pengisian daya adalah 1:21, jauh di bawah tingkat ideal. Pembeli tentu akan berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian.

Lebih buruk lagi, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan pinjaman cicilan untuk kendaraan listrik bekas. Direktur platform otomotif OLXmobbi menunjukkan bahwa lembaga keuangan enggan memberikan pinjaman untuk kendaraan listrik bekas karena kekhawatiran tentang risiko nilai sisa yang tinggi – jika utang melebihi nilai kendaraan, pemilik mungkin akan meninggalkan kendaraan tersebut. Namun, sekitar setengah dari pembeli mobil bekas di platform tersebut bergantung pada pinjaman, dan ketidakmampuan untuk menawarkan rencana cicilan secara langsung mengakibatkan hilangnya hampir setengah dari calon pembeli. Selain itu, garansi seringkali berakhir setelah pengalihan kepemilikan, yang semakin menghalangi pembeli untuk melakukan pembelian.

Penurunan harga mobil baru, kekhawatiran tentang keamanan baterai, ketidaknyamanan pengisian daya, dan kesulitan pinjaman—empat faktor ini secara kolektif telah mendorong pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia ke dalam lingkaran setan. Bagi pemilik yang sudah "terjebak," ini tentu saja mimpi buruk; tetapi bagi konsumen yang bersiap untuk membeli, ini mungkin merupakan kesempatan untuk menilai kembali nilai jangka panjang kendaraan listrik.
7887 Keluhan Mengungkap Kekacauan di Balik Pesona Sepeda Listrik di Indonesia!
Previous
7887 Keluhan Mengungkap Kekacauan di Balik Pesona Sepeda Listrik di Indonesia!
Read More
Ingin menghapus batas kecepatan dan berkendara lebih cepat? Pertama, pahami risiko dan konsekuensi hukum dari pembatalan garansi.
Next
Ingin menghapus batas kecepatan dan berkendara lebih cepat? Pertama, pahami risiko dan konsekuensi hukum dari pembatalan garansi.
Read More