Home > Blog > "Murah saat dibeli, tapi mahal saat diperbaiki"—seorang warganet Indonesia membagikan tagihan perbaikan yang fantastis untuk kendaraan listrik; apakah Anda masih berani membelinya setelah melihat ini?

"Murah saat dibeli, tapi mahal saat diperbaiki"—seorang warganet Indonesia membagikan tagihan perbaikan yang fantastis untuk kendaraan listrik; apakah Anda masih berani membelinya setelah melihat ini?

By Evelyn July 23rd, 2026 21 views
Anda mungkin bisa menurunkan harga pembelian kendaraan listrik dengan subsidi, tetapi satu tagihan perbaikan saja dapat langsung membawa Anda kembali ke kenyataan.
Sebuah pepatah baru-baru ini beredar di kalangan netizen Indonesia: "Beli kaya raya, servis jadi miskin" (Beli seperti jutawan, akhirnya bangkrut karena biaya perbaikan). Hal ini muncul karena semakin banyak orang yang berbagi tagihan perbaikan yang sangat mahal untuk kendaraan listrik mereka—terutama biaya penggantian baterai, yang angkanya cukup untuk membuat lutut lemas.
Biaya baterai mencapai 40% hingga 50% dari harga kendaraan.

Hal ini sama sekali bukan isapan jempol. Para pelaku industri secara terbuka menyatakan bahwa baterai sepeda motor listrik bisa mencakup 40% hingga 50% dari total harga kendaraan; untuk model seharga 30 juta rupiah, harga baterainya saja bisa melebihi 15 juta rupiah. Angka untuk mobil listrik bahkan lebih mencengangkan: baterai menyumbang 30%–50% dari biaya kendaraan, dengan biaya penggantian berkisar antara 150 juta hingga 400 juta rupiah. Parahnya lagi, produsen otomotif umumnya menerapkan kebijakan purnajual "ganti baru alih-alih perbaikan", yang berarti kerusakan ringan atau masalah pada modul kecil sekalipun mengharuskan penggantian komponen secara menyeluruh.
Kendala dalam perbaikan bukan hanya terletak pada tingginya biaya, melainkan juga pada minimnya tempat yang benar-benar mampu melakukan perbaikan tersebut.

Jumlah bengkel di Indonesia yang memiliki spesialisasi dalam perbaikan kendaraan listrik masih sangat terbatas. Tidak semua bengkel memiliki perlengkapan untuk menangani sistem baterai bertegangan tinggi, serta terdapat pula keterbatasan jumlah teknisi bersertifikat dan peralatan khusus. Ketersediaan suku cadang juga masih tertinggal; waktu tunggu untuk mendapatkan suku cadang sering kali lebih lama daripada durasi perbaikan itu sendiri. Analisis menunjukkan bahwa sepanjang siklus hidup kendaraan, biaya perawatan dan perbaikan mencapai sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat dari harga pembelian—sebuah aspek finansial yang tidak pernah disinggung saat Anda membeli mobil tersebut.

Bahkan asuransi pun tidak akan menyelamatkan Anda.
Premi asuransi tahunan untuk kendaraan listrik (EV) biasanya berkisar antara 3% hingga 5% dari harga kendaraan, sedangkan untuk kendaraan bermesin pembakaran internal, angkanya hanya 2% hingga 3%. Pihak perusahaan asuransi sendiri menganggap hal ini sebagai masalah yang memusingkan; kalangan industri secara terbuka mengakui bahwa biaya perbaikan baterai EV sangat tinggi sehingga banyak perusahaan asuransi mengategorikannya sebagai bisnis yang merugikan.
Memang benar bahwa EV menghemat biaya bahan bakar dan memerlukan perawatan rutin yang lebih murah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Namun, apakah penghematan bahan bakar tersebut cukup untuk menutupi biaya sangat besar akibat kerusakan baterai?
Sebelum membeli, tanyakan satu hal pada diri Anda: sanggupkah Anda menanggung biaya perbaikan tersebut?
Menunggu perbaikan hingga tiga minggu dan layanan pelanggan yang tidak berbahasa Indonesia: Sebuah kisah tentang
Previous
Menunggu perbaikan hingga tiga minggu dan layanan pelanggan yang tidak berbahasa Indonesia: Sebuah kisah tentang "mimpi buruk purnajual" yang dihadapi pemilik kendaraan listrik di Indonesia.
Read More
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Next
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Read More