Home > Blog > "Dari 'Sangat bagus' menjadi 'Penipuan besar': Kisah sedihku tentang sepeda listrik Indonesia!"

"Dari 'Sangat bagus' menjadi 'Penipuan besar': Kisah sedihku tentang sepeda listrik Indonesia!"

By Evelyn March 26th, 2026 26 views
Halo, teman-teman di Indonesia!

Hari ini saya akan berbagi pengalaman "berdarah dan air mata" saya selama enam bulan terakhir memiliki skuter listrik. Saat pertama kali memilikinya, saya pikir itu luar biasa—tenang, akselerasi cepat, tidak perlu antre panjang di SPBU, dan pengisian daya jauh lebih murah daripada bensin. Saya merasa seperti seorang jenius penghemat uang!

Namun, "masa bulan madu" ini bahkan belum berakhir sebelum masalah sebenarnya mulai muncul.

Kendala pertama adalah kecemasan soal pengisian daya. Jalanan Jakarta seperti tempat parkir, dan baterai yang cepat habis membuat saya panik. Stasiun pengisian daya umum yang dijanjikan entah ditempati oleh mobil bensin, antreannya panjang, atau rusak. Suatu kali, dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari Bandung, kedua stasiun pengisian daya di sepanjang rute tidak berfungsi. Saya terus memantau jarak tempuh yang tersisa, tidak berani menyalakan AC, dan praktis meluncur pulang, basah kuyup oleh keringat.

Kendala kedua adalah layanan purna jual. "Pemasangan stasiun pengisian daya di rumah" yang dijanjikan membutuhkan waktu dua bulan untuk sampai. Lebih menjengkelkan lagi, suatu kali sistem tiba-tiba macet, dan mobil "mogok" di pinggir jalan. Saya menghubungi dealer, tetapi layanan pelanggan tidak dapat dihubungi, dan layanan purna jual mengatakan "suku cadang perlu dipesan dari luar negeri, dan akan memakan waktu tiga minggu." Tiga minggu! Tidak memiliki mobil di Indonesia seperti mengalami patah kaki!

Hal yang paling mengecewakan adalah ingin menjual dan mendapatkan kembali sebagian uang, hanya untuk mendapati para dealer menggelengkan kepala melihat harga pasar bekas: kendaraan listrik tidak mempertahankan nilai jualnya, dan siapa yang dapat memprediksi kinerja baterainya? Harga yang ditawarkan sangat mengecewakan.

Saya tidak mengatakan semua ini untuk mengecilkan hati siapa pun. Kendaraan listrik memang merupakan tren di Indonesia, tetapi infrastruktur dan layanan purna jualnya tertinggal, menjadikan kita sebagai pemilik "kelinci percobaan." Jika Anda benar-benar mempertimbangkan untuk membeli satu, pastikan Anda terlebih dahulu mengkonfirmasi: Bisakah Anda memasang stasiun pengisian daya di rumah? Apakah ada bengkel terpercaya di dekatnya? Jangan seperti saya, yang awalnya "sangat menggoda" lalu berubah menjadi "benar-benar penipuan"—hanya tinggal satu kerusakan lagi.

Saya penggemar mobil Indonesia, sampai jumpa lagi!
Previous
"Mengapa dikatakan bahwa membeli mobil listrik bekas di Indonesia itu seperti membeli tumpukan besi tua?"
Read More
Ingin menghapus batas kecepatan dan berkendara lebih cepat? Pertama, pahami risiko dan konsekuensi hukum dari pembatalan garansi.
Next
Ingin menghapus batas kecepatan dan berkendara lebih cepat? Pertama, pahami risiko dan konsekuensi hukum dari pembatalan garansi.
Read More