Home > Blog > Kendaraan listrik hampir tidak bersuara; bisakah kendaraan ini menimbulkan bahaya keselamatan bagi pejalan kaki?

Kendaraan listrik hampir tidak bersuara; bisakah kendaraan ini menimbulkan bahaya keselamatan bagi pejalan kaki?

By Evelyn December 23rd, 2025 53 views
Kendaraan listrik relatif tenang, yang memang menimbulkan potensi risiko keselamatan bagi pejalan kaki, terutama individu tunanetra, khususnya di lingkungan dengan kecepatan rendah, bising, atau penerangan yang buruk. Namun, yakinlah bahwa masalah ini ditanggapi dengan serius dan sedang diatasi secara bertahap melalui langkah-langkah teknologi dan regulasi.

Risiko terutama terkonsentrasi pada situasi spesifik: ketika kendaraan listrik melaju dengan kecepatan rendah (biasanya di bawah 20 km/jam) di area perumahan, tempat parkir, atau jalan yang padat, pejalan kaki kesulitan mendeteksi kedatangan kendaraan tersebut hanya dengan suara. Data dari Jakarta, Indonesia, menunjukkan bahwa pejalan kaki dan pesepeda menyumbang 72% dari korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas, dan kendaraan listrik yang senyap dapat memperburuk risiko ini.

Solusi sedang diimplementasikan:

Persyaratan Regulasi: Banyak negara, termasuk Indonesia, telah mewajibkan atau merekomendasikan agar kendaraan listrik yang baru diproduksi dilengkapi dengan Sistem Peringatan Audio Kendaraan (AVAS). Sistem ini secara otomatis mengeluarkan suara peringatan (seringkali mirip dengan dengungan motor yang lembut) pada kecepatan rendah, dan mati pada kecepatan tinggi ketika kebisingan ban dan angin sudah cukup.

Peningkatan Teknologi: Beberapa produsen mobil menawarkan suara peringatan yang dapat disesuaikan, dan di masa depan, mereka mungkin akan mengintegrasikan sensor untuk mencapai suara terarah, memperingatkan pejalan kaki bila perlu.

Pendidikan Publik: Menganjurkan pejalan kaki untuk mengurangi gangguan di lingkungan lalu lintas (misalnya, menggunakan headphone) dan meningkatkan kesadaran mereka tentang kendaraan yang tenang.

Singkatnya, meskipun potensi bahaya memang ada, risiko tersebut secara sistematis dikurangi karena pemasangan sistem AVAS yang wajib (dengan penjualan kendaraan listrik di Indonesia meningkat sebesar 67% pada tahun 2023, dan peraturan yang diterapkan secara bersamaan) dan peningkatan kesadaran masyarakat. Di masa depan, teknologi dan peraturan akan bekerja sama untuk memastikan keselamatan semua pengguna jalan.

Jika Anda tertarik dengan detail peraturan khusus mengenai suara peringatan untuk kendaraan listrik di Indonesia, saya dapat membantu Anda menemukan informasi lebih lanjut.
7. Apakah baterai kendaraan listrik aman? Apakah baterai tersebut rentan terbakar dalam cuaca panas atau saat melewati genangan air?
Previous
7. Apakah baterai kendaraan listrik aman? Apakah baterai tersebut rentan terbakar dalam cuaca panas atau saat melewati genangan air?
Read More
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Next
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Read More