Jangan asal membeli jika Anda tinggal di daerah perbukitan! Periksa spesifikasi torsi skuter listrik untuk memastikan kendaraan tersebut tidak kewalahan saat melintasi tanjakan.
By Evelyn
July 15th, 2026
14 views
Bagi teman-teman di Indonesia—terutama yang tinggal di kawasan berbukit seperti Bandung, Yogyakarta, atau Bali—pernahkah Anda mengalami situasi ini? Anda dengan gembira membeli skuter listrik baru, namun begitu melintasi tanjakan, kendaraan itu kewalahan layaknya seekor lembu yang menarik gerobak berat; kecepatan turun drastis hingga angka satu digit, dan jika Anda membonceng penumpang, skuter tersebut seolah menyerah dan berhenti total.
Masalahnya bukan pada baterai yang habis ataupun skuter yang rusak; kendalanya adalah Anda melewatkan satu spesifikasi krusial saat memilih kendaraan tersebut: torsi motor.
Banyak orang yang hendak membeli sepeda motor listrik hanya berfokus pada jarak tempuh dan kecepatan maksimum, tanpa menyadari bahwa torsi adalah faktor penentu utama kemampuan motor dalam menanjak. Sederhananya, torsi adalah gaya yang dihasilkan motor untuk memutar roda belakang—diukur dalam satuan Newton-meter (N·m); semakin besar gayanya, semakin kuat tenaga motor untuk menanjak. Jika tenaga besar menjamin kecepatan di jalan datar, torsi-lah yang memastikan motor tidak kewalahan saat melintasi tanjakan.
Bagaimana cara memilihnya? Ingatlah pedoman ini: jika terdapat tanjakan curam (lebih dari 15 derajat) tepat di depan rumah Anda, atau jika rute perjalanan sehari-hari Anda mengharuskan Anda melewati jalan layang atau tanjakan curam di gang, pastikan untuk memilih model dengan torsi roda minimal 120 N·m. Beberapa produsen mencantumkan angka torsi motor mentah—yang sering kali dilebih-lebihkan—jadi sebaiknya Anda mencari tahu besaran torsi aktual pada roda atau cukup tanyakan kepada tenaga penjual, "Apakah motor ini akan terasa berat saat menanjak di kemiringan 20 derajat dengan membawa penumpang?" Jika mereka memberikan jawaban yang tidak jelas, sebaiknya cari penjual lain.
Perhatikan juga jenis motor penggeraknya. Motor tipe *hub* (yang terpasang di roda) harganya terjangkau namun memiliki pembuangan panas yang kurang baik, sehingga rentan mengalami penurunan tenaga saat menanjak di jalur panjang; sementara itu, motor tipe *mid-drive* (yang terpasang di tengah rangka) memang lebih mahal tetapi mampu menghasilkan torsi tinggi secara konsisten, menjadikannya pilihan ideal untuk medan berbukit. Mengeluarkan sedikit biaya ekstra untuk motor *mid-drive* atau motor *hub* berperforma tinggi tentu jauh lebih baik daripada harus bersusah payah mendorong sepeda Anda menaiki tanjakan setiap hari nantinya.
Jangan biarkan tampilan dasbor yang memukau atau promosi harga murah mengaburkan penilaian Anda. Jika Anda tinggal di daerah berbukit, torsi adalah faktor kunci yang memberikan ketenangan pikiran. Saat melakukan uji coba berkendara (*test ride*), pastikan untuk mencoba tanjakan curam dan ajak keluarga Anda turut serta—pengujian nyata akan membuktikan kualitas yang sesungguhnya. Ingatlah: perhatikan tenaga (*power*) untuk jalanan datar dan torsi untuk tanjakan; sepeda motor listrik yang benar-benar hebat mampu menyeimbangkan keduanya. Semoga Anda menemukan sepeda motor listrik sempurna yang mampu menaklukkan tanjakan dengan mudah dan menjamin perjalanan yang bebas rasa khawatir!
Previous
Beragam jenis port pengisian daya yang membingungkan? Panduan memilih adaptor untuk jenis colokan umum di Indonesia, seperti GMEV dan CCS2
Read More
Next
Saat ini, banyak pemilik mobil lebih memilih untuk terus mengendarai kendaraan bermesin pembakaran internal mereka yang sudah berumur daripada beralih ke mobil listrik bekas. Menurut Anda, apakah sikap ini masuk akal? Jika Anda hendak membeli mobil listri
Read More