Apakah jaringan layanan purna jual dan perbaikan untuk sepeda motor listrik memadai?
By Evelyn
February 27th, 2026
21 views
Jaringan layanan purna jual dan perbaikan untuk sepeda motor listrik di Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal dan belum sepenuhnya mapan. Meskipun potensi pasarnya sangat besar, laporan industri menunjukkan bahwa jaringan purna jual yang tidak memadai merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Namun, perubahan positif sedang terjadi. Merek-merek besar mempercepat pengembangan jaringan layanan purna jual mereka: misalnya, Sunra Electric Vehicles membuka pusat pemasaran seluas 1.500 meter persegi di kawasan komersial PIK Jakarta pada tahun 2024, yang mengintegrasikan penjualan, perbaikan, dan layanan purna jual, serta penggantian baterai, dan berencana untuk berekspansi ke Jawa dan pulau-pulau sekitarnya. Merek lokal seperti Polytron juga telah berjanji untuk menyediakan layanan garansi untuk masalah baterai.
Pada saat yang sama, sistem pengembangan sumber daya manusia juga terus ditingkatkan. Politeknik Negeri Jember baru saja mengoperasikan TEFA Auto Hub, yang menyediakan pelatihan perbaikan sepeda motor listrik guna menyiapkan teknisi profesional.
Penting untuk dicatat bahwa pusat layanan resmi saat ini terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Jakarta, dengan cakupan yang tidak memadai di kota-kota yang lebih kecil. Selain itu, terdapat beberapa kasus kerusakan baterai yang disebabkan oleh pengisian cepat pihak ketiga; disarankan untuk menggunakan peralatan pengisian daya asli pabrikan untuk memastikan umur baterai yang lebih panjang.
Secara keseluruhan, jaringan layanan sedang berkembang tetapi belum sepenuhnya komprehensif. Sebelum membeli kendaraan, sebaiknya konfirmasi ketersediaan pusat layanan resmi di daerah Anda.
Previous
Merek sepeda motor listrik mana di pasaran (seperti merek lokal seperti VIAR dan Gesits, atau merek Tiongkok) yang menawarkan nilai terbaik untuk uang Anda?
Read More
Next
"Dibandingkan dengan China, di mana tepatnya teknologi kendaraan listrik Indonesia tertinggal?"
Read More