Home > Blog > "Dibandingkan dengan China, di mana tepatnya teknologi kendaraan listrik Indonesia tertinggal?"

"Dibandingkan dengan China, di mana tepatnya teknologi kendaraan listrik Indonesia tertinggal?"

By Evelyn April 30th, 2026 3 views

Terakhir, ada masalah kebiasaan konsumen. Konsumen Tiongkok sudah menerima gagasan peningkatan kendaraan listrik seperti halnya telepon seluler, sementara banyak teman-teman Indonesia masih ragu: Apakah pengisian dayanya merepotkan? Apakah baterainya aman? Akankah laku sebagai mobil bekas?

Namun, kabar baiknya adalah: Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel yang melimpah! Jika kita dapat membangun rantai industri baterai domestik seperti Tiongkok, kita memiliki peluang nyata untuk mengejar ketertinggalan. Maju Indonesia! 🚀

Halo teman-teman Indonesia! Belakangan ini, banyak orang bertanya: Mengapa kendaraan listrik berkembang begitu pesat di Tiongkok, sementara kita masih lambat dalam memulainya? Mari kita bahas topik ini hari ini.

Pertama, harga adalah kuncinya. Di Tiongkok, Anda dapat menemukan kendaraan listrik kelas bawah dengan harga 20-30 juta Rupiah Indonesia (sekitar 10.000 RMB). Mengapa harganya begitu murah? Karena rantai pasokannya sangat lengkap—baterai, motor, dan kontrol elektronik semuanya diproduksi secara lokal. Dengan produksi skala besar, biaya secara alami menurun. Sebaliknya, sebagian besar kendaraan listrik di Indonesia saat ini bergantung pada komponen impor, sehingga harganya jauh lebih mahal.

Kedua, ada masalah infrastruktur pengisian daya. Di Tiongkok, hampir setiap tempat parkir dan area perumahan memiliki stasiun pengisian daya, sehingga perjalanan jarak jauh antar kota bukanlah masalah. Di Indonesia, stasiun pengisian daya masih dalam tahap uji coba di beberapa kota, dan sulit ditemukan di luar Jakarta.

Kemudian ada masalah kebijakan. Tiongkok mulai mensubsidi kendaraan listrik lebih dari satu dekade lalu, menawarkan pembebasan pajak pembelian, plat nomor hijau gratis, dan tidak ada pembatasan mengemudi. Meskipun Indonesia juga menawarkan subsidi, intensitas dan keberlanjutannya masih jauh tertinggal.


Previous
"Tanpa menyelesaikan ketiga masalah ini, kendaraan listrik Indonesia tidak akan pernah memiliki masa depan!"
Read More